Kilas Balik 2023

     Kilas balik tentang perjalanan hidup ku sepanjang 2023 sedikit membuat ku enggan membahasnya. Tapi gak apa-apa. Bagaimanapun, aku pribadi belajar banyak atas peristiwa yang sudah ku alami di masa lalu ku.

    Aku jatuh cinta. Aku menjelajah berbagai tempat. Aku bekerja keras. Aku menangis. Aku tertawa. 2023 se-nyampur itu. Benar-benar perasaan yang campur aduk. Aku berjuang keras buat sembuh dari patah hati biar bisa bangkit lagi seperti sedia kala. Dan itu benar-benar tidak mudah. Aku sendiri ingin segera sembuh, tapi waktu berkata “gak usah buru-buru, nikmatin aja dulu kesakitan atas perbuatan mu”.

    Dan pada akhirnya, seseorang yang sudah pernah mengalami patah hati tidak akan pernah bisa sembuh 100%. Karena seberapapun kita merasa diri kita sudah sembuh, pasti akan meninggalkan bekas luka yang entah dimana. Aku ingat betul, aku menangis layaknya diriku waktu kecil yang di rampas permennya.

    Intinya hal itu benar-benar gak mudah buat ku. Tidak peduli seberapapun aku berusaha untuk move on dan melihat ke depan, ternyata bekas luka itu akan selalu tertinggal. Namun sekarang aku sudah sedikit lebih baik dari sebelumnya. Aku benar-benar merasa 80% sudah pulih dan merasakan ketenangan jiwa. 

    Hal yang paling aku syukuri adalah aku bisa menikmati hari/waktu sendiri ku tanpa sedikitpun gangguan eksternal. Dan rasanya hampir tidak bisa ku definisikan dengan kata-kata. Di sini, di tempat aku hidup sekarang ini benar-benar tenang dan damai. Dan aku harus mengatakan, sepertinya aku mulai menyukai tempat ini. Aku mulai menyukai negara ini. Aku benar-benar jatuh cinta dengan kedamaian yang negara ini sediakan untuk ku. 

    Aku merasa, sepertinya ini lah tempat yang selama ini aku butuhkan. Orang-orangnya yang tidak rese/bawel, pelayanannya yang secepat kilat dan sangat sopan, lingkungannya yang bersih, segalanya begitu cocok dengan ku yang menyukai ketenangan. 

    Aku dulu pernah berkata, tiga tahun di sini sudah cukup. Tapi semakin lama, semakin aku menikmati kehidupan di sini sepertinya tiga tahun sangatlah tidak cukup bagi ku. Aku fikir, aku butuh beberapa tahun lagi untuk tinggal di sini. 

    Mungkin ada yang berkata, menjadi minoritas di negara orang lain terasa begitu melelahkan. Tapi faktanya menjadi minoritas tidak begitu buruk menurut ku. Sebaliknya ada beberapa privilage yang mungkin saja sebagai mayoritas tidak bisa merasakannya. Privilage yang begitu besar aku rasakan adalah walaupun menjadi minoritas aku pribadi tumbuh dari segi kacamata ‘human being’.

    Kepribadian ku berubah ke arah yang lebih baik. Kebiasaan hidup ku juga berubah menjadi lebih displin. Serta sudut pandang ku akan memandang sesuatu menjadi lebih luas. Aku pribadi merasa benar-benar tumbuh secara internal. Dan menurut ku itu sudah luar biasa. Ternyata bertumbuh itu amat menyenangkan. Dan aku menyukainya.

    Untuk 2024, aku tidak memohon atau pun berharap untuk sesuatu yang besar agar datang pada hidup ku. Aku hanya ingin hari demi hari aku bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Aku ingin bisa lebih menabung untuk masa depan ku. Aku ingin hari-hari ku di dominasi akan tawa daripada tangisan. Dan terakhir, aku ingin rasa cinta ku pada Tuhan ku bertambah waktu demi waktu. 

    Terimakasih ya Allah..

    今年もよろしくね^^

Komentar

Postingan Populer