Aku? Hilang…
Semakin dewasa, aku fikir aku bakal lebih menemukan kebijaksanaan hidup. Tapi, apa yang aku temukan malah kedangkalan hidup.
Dangkal..
Entah hidup dan orang-orang yang memang semakin berevolusi, keduanya sama-sama hampir tidak memberikan suatu keintiman hidup pada masa ini.
Orang-orang di era sekarang ini semakin tidak perduli satu sama lain. Ya bagaimana tidak, sekalinya perduli malah di salah artikan dengan terlalu mencampuri urusan orang lain. Indvidualis yang tercipta oleh pengaruh teknologi ternyata menyeramkan.
Individualis membentuk karakter seseorang menjadi tidak ramah. Individualis membentuk seseorang menjadi abai. Dan individualis membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih egois.
Daripada melihat sisi positifnya, individualis lebih cocok pada ranah negatif. Melalui platform yang sangat beragam jenisnya, orang-orang mulai terkomsumsi bahwa sendiri adalah suatu pencapaian yang hebat. Orang-orang mulai dihimbau untuk melakukan segalanya sendiri. Dan orang-orang semakin digerakkan untuk menjadi satu. Bukan berpasangan.
Satu, berarti seorang diri. Satu, yang berarti seorang individu. Seakan-akan orang-orang sekarang ini dilatih untuk tidak membutuhkan orang lain. Seakan-akan orang-orang dilatih untuk bahagia, menderita pun harus seorang diri. Atau bahkan sampai mengubur diri sendiri?
Dunia sekarang ini agak keterlaluan. Tuhan menciptakan individu lain agar individu satu dan lainnya bisa terhubung satu sama lain dan melahirkan sebuah interakasi. Tapi manusia nya malah terlewat sombong untuk membentuk diri menjadi seorang indvidualis. Menjadi seorang yang dipenuhi keegoisan untuk selalu mendahulukan dirinya daripada orang lain dan menghilangkan kemutlakan interaksi yang sudah Tuhan berikan.
Indvidualis adalah kekejaman diri. Orang-orang masa kini berlomba-lomba meredupkan sifat mutlak yang mereka miliki di dalam jati diri mereka. Akibat kekejaman orang-orang pada diri mereka ini lah yang membentuk hidup ini begitu dangkal.
Orang-orang menjadi begitu mudah menyudahi sesuatu. Orang-orang menjadi cepat menyerah. Orang-orang menjadi rentan akan keterhubungan mereka dengan orang lain.
Evolusi dunia ternyata tidak begitu menarik. Kemudahan yang disuguhkan harus mengorbankan kemutlakan jati diri setiap orang.



Komentar
Posting Komentar