Pura-pura



    Ada tidak ya manusia di dunia ini yang menjalani hidupnya dengan tidak memakai topeng? Mungkin saja seorang filsuf? Well… saya tidak akan terheran-heran jika orang itu adalah seorang filsuf. Tapi saya akan sangat takjub jika orang itu dari kalangan orang biasa. Maksud saya orang yang tidak mempunyai ilmu yang begitu dalam tentang filosofi kehidupan. Pasti ada tentunya, tapi persentase nya barangkali kecil.


    Menurut saya, kebanyakan dari kita(manusia) memakai topeng untuk hidup di dunia ini. Ya, kita semua bertopeng, dalam artian semua kita sedang berpura-pura. Kita pura-pura kuat, pura-pura senang, pura-pura tenang, pura-pura alim, pura-pura baik, dan pura-pura lainnya. 


    Pada dasarnya kita semua sebenarnya manusia-manusia yang bermuka dua pada diri kita sendiri. Jauh di dalam sana sebenarnya kita ini rapuh. Tapi yang kita tampilkan di kehidupan sehari-hari adalah kita ini manusia tegar.


    Saya tidak menjamin semua orang seperti itu. Tapi saya percaya semua orang di muka bumi ini tanpa terkecuali punya masalah dalam hidup mereka masing-masing. Entah masalah dengan diri mereka sendiri, orang lain, atau bahkan dengan Tuhan mereka sendiri. 


    Dari masalah itu, manusia mempunyai sisi kerapuhannya masing-masing. Tidak perduli seberapa banyak harta yang kita miliki, harta itu pun bisa menjadi penyebab dari kerapuhan kita.


    Namun, untungnya manusia itu di bekali jiwa yang super tangguh. Meskipun pada akhirnya ada beberapa orang yang ketangguhannya harus terkikis. Barangkali mereka sudah lelah menjalani hidupnya dengan kepura-puraan. 


    Sepertinya manusia memang di desain seperti itu. Yang dimaksud dibekali jiwa yang tangguh adalah ya dengan berpura-pura.


    Saya baru sadar, tidak ada manusia yang tidak menyamar. Tidak ada manusia yang tidak bertopeng. Dan tidak ada manusia yang tidak berpura-pura. Karena tanpa itu semua, manusia tidak akan bisa melewati stage kehidupan berikutnya. 


    Tanpa itu semua, manusia tidak akan bisa menghadapi perubahan peradaban. Jika sudah begitu, manusia akan lebih cepat punah. Jadi sebenarnya ke pura-puraan lah yang menyelamatkan manusia dari peliknya zaman ini.


    Untuk itu, jangan lupa untuk berterima kasih pada diri. Berterima kasih karena kita sudah begitu kuat menjalani hidup meskipun harus memakai topeng setiap hari dengan berlindung dalam kepura-puraan. 


    Ternyata pura- pura itu tidak buruk juga yah. Justru ia membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh. Atau mungkin tanpa kita sadari ia juga sebenarnya memperbaiki karakter kita menjadi lebih baik.


Terima kasih diri..


    Tidak perduli seberapa seringnya kau terluka namun kau berusaha untuk terlihat baik-baik saja. Padahal bisa saja luka mu masih basah tapi peliknya dunia mengharuskan mu untuk harus berpura-pura sampai kau tersadar bahwa luka mu telah mengering dan perlahan-lahan sembuh. Walaupun bekas goresannya mungkin saja tidak memudar. 


Terima kasih diri.

Komentar

Postingan Populer