Hujan dan Kebencian ku



Entah kenapa aku tidak begitu suka hujan. Walau hujan adalah rahmat yang diturunkan oleh Tuhan, namun ia membuat suasana menjadi melankolis. Suara rintikannya yang menjatuhi daratan begitu berisik. Suhu udara yang diubahnya menjadi lembab dan dingin. Dan segala sesuatu menjadi basah olehnya.


Dulu sewaktu aku masih di bangku SMP, jarak rumah dan sekolah ku begitu jauh. Dan aku harus berjalan kaki berkilo-kilo meter ketika pulang sekolah. Maklum, tidak ada yang bisa menjemput ku. Bapak ku masih sibuk mengajar ketika jam pulang sekolah ku. Dan ibu ku tentu saja sibuk dengan urusan di rumah. 


Karena dulu tidak ada media untuk bisa melihat atau mendengar ramalan cuaca, aku tidak tau kapan hari akan turun hujan. Alasan utamanya bukan itu sebenarnya. Kami orang Indonesia begitu asing dengan ramalan cuaca. Sampai saat ini pun aku belum menemukan siaran berita yang menginformasikan tentang ramalan cuaca. Entah karena Indonesia hanya punya dua musim jadi pemberitaan Indonesia tidak berfokus pada ramalan cuaca.


Karena ketidak tahuan ku akan informasi tentang cuaca, aku tidak pernah membawa payung sewaktu aku sekolah dulu. Alhasil, ketika aku pulang sekolah, aku harus basah kuyup sambil berjalan begitu jauh melewati hamparan sawah dan sesekali melewati rumah warga. Kabar baiknya, aku mempunyai imunitas tubuh yang begitu kebal dengan hujan. Jadi aku sama sekali tidak pernah sakit walaupun hari sebelumnya aku harus hujan-hujanan selama berjam-jam.


Setiba ku di rumah, aku begitu membenci seragam, tas, dan sepatu ku yang basah kuyup. Padahal besoknya seragam itu harus ku pakai lagi. Hal itu tentu saja sangat menjengkelkan. Karena hujan panjang, mengeringkan semuanya dalam semalam adalah hal yang mustahil untuk dilakukan untuk diri ku yang tidak punya alat pengering. Bahkan aku pernah memakai seragam dengan keadaan setengah kering dan lembab hanya karena aku ingin tetap pergi ke sekolah dan tidak ingin ketinggalan pelajaran. 


Itu adalah salah satu  dari banyak kejadian buruk dan menjengkelkan yang membuat ku membenci hujan. Bukan aku saja, ada banyak orang lain lagi yang mendapat dampak buruk bahkan sampai menimbulkan bencana alam hanya karena turunnya hujan. Ada beberapa hal yang seharusnya tetap beroperasi namun karena hujan ia harus berhenti beroperasi. Ada orang yang harus mencari nafkah ke luar, tapi karena hujan ia tidak bisa pergi mencari nafkah. Hujan menghambat beberapa hal namun juga melancarkan sebagiannya.

 

Jika aku beberkan manfaat hujan untuk kehidupan, maka tidak akan terhitung jumlahnya. Dan aku tidak akan menyebutkan salah satunya di sini karena tidak berkaitan dengan judul. Walau mempunyai kebaikan dan manfaat begitu banyak, aku tetap membenci hujan dan aku tidak menyukainya.

Komentar

Postingan Populer