Satu Poin Tersembunyi
BELAJAR.
Apa yang pertama terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata belajar?
Jawabannya pasti bermacam-macam.
Yang pasti belajar itu sangat membutuhkan yang namanya waktu. Dan biasanya tidak sebentar. Apalagi ketika subjek/hal yang kita pelajari tidak mudah, keseriusan tingkat tinggi pastinya sangat diperlukan.
Kalau saya pribadi, jika mendengar kata belajar, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah 'otak'. Kenapa? Karena belajar pastinya pakai otak dong? Tidak mungkin pakai dengkul. Entah itu belajar teoritis ataupun praktikal, hal ini akan selalu melibatkan aktivitas otak yang hampir tidak akan pernah absent.
Belajar juga mestinya tidak sembarangan dan asal-asalan. Karena belajar sama artinya dengan melatih kesungguhan. Karena itulah, masing-masing orang punya metode/cara belajar yang beragam, guna mempertahankan tingkat kesungguhan dan kefokusan mereka.
Namun, dari banyaknya metode belajar yang bermunculan, paradoxically orang-orang sering kali bingung harus mulai dari mana. Dan tidak sedikit pula yang menanyakan tips&trik belajar yang baik dan benar seperti apa. Lalu strategi yang digunakan bagaimana agar supaya belajar itu tetap konsisten dan tidak membosankan.
Padahal...
Terlepas dari beragamnya tips&trik belajar yang dibagikan oleh orang-orang di luar sana yang terkadang belum tentu relevan sama kita, menurut saya, ada satu poin mendasar yang kita butuhkan. Satu poin penting yang banyak orang belum sadari sebenarnya sudah mencakup beberapa tips&trik belajar yang dibutuhkan untuk mempertahankan minat belajar. Yakni,
CURIOSITY.
Curiosity diambil dari kata bahasa Inggris yang artinya rasa penasaran atau rasa ke-ingintahuan. Mungkin kita sudah menyiapkan strategi A-Z atau tips&trik dari 1-10, tapi jika kita tidak punya rasa penasaran akan subjek yang akan kita pelajari, saya fikir minat belajar kita perlahan-lahan akan luntur lalu menghilang begitu saja.
Karena begini, rasa penasaran/rasa ke-ingintahuan yang kuat itu ibaratnya kunci master. Ingin membuka pintu mana saja bisa. Kalau curiousity adalah kunci master, artinya metode atau strategi mana pun yang ingin kita gunakan dalam belajar, selama kita punya rasa penasaran atau rasa ke-ingintahuan, maka konsistensi belajar itu juga akan terlaksana dengan sendirinya.
Tanpa rasa penasaran mungkin apa pun yang kita pelajari tidak akan begitu membekas di ingatan kita. Dalam artian, hanya sekedar ngambang saja. Menyerap, namun tidak yakin apakah kita sudah benar-benar paham? Atau apakah kita bisa untuk terus mengingat hal yang sudah kita pelajari tersebut?
Kalian percaya tidak, orang-orang hebat yang masih tetap belajar pada usianya yang sudah terbilang sangat tua seperti para profesor, scientists, ilmuwan dunia, atau bahkan para pemimpin hebat. Mereka terus belajar sampai akhir hayat mereka karena rasa ke-ingitahuan mereka akan hal baru itu sangat kuat. Berkat rasa penasaran mereka, ada banyak penemuan-penemuan luar biasa yang dihasilkan yang mana masih kita terapkan dan gunakan dengan baik sampai era saat ini. Itu semua tidak lain karena berkat kerja keras dari rasa penasaran dan ke-ingintahuan mereka.
Kenal om ini?
Charles BabbageNamanya Charles Babbage. Berkat rasa penasaran om Babbage pada perhitungan matematika yang ingin beliau selesaikan lebih cepat, om Babbage sampai bisa menciptakan komputer. Gadget yang sekarang ini kita pakai pun hasil dari perkembangan yang berawal dari rasa penasaran om Babbage. Sekarang kita semua bisa lihat, seberapa besar pengaruh yang ditimbulkan oleh adanya rasa penasaran tersebut.
Menurut saya, selama kita punya rasa ke-ingintahuan akan suatu hal, tidak peduli berapa pun usia kita, otak manusia sebenarnya masih bisa bekerja dengan baik. Walaupun kinerja otak seseorang mengikuti pertambahan usianya seperti pada lansia yang mengalami penurunan kinerja otak pada area yang di sebut hipokampus, hal itu sebenarnya tidak terlalu banyak berpengaruh akan daya ingat seseorang, selama orang itu tidak berhenti menstimulus otaknya dengan terus belajar.
Jadi, sebelum mempelajari sesuatu, sepertinya niat saja tidak cukup. Namun, harus diikuti dengan rasa penasaran dan ke-ingintahuan yang kuat akan subjek yang akan dipelajari.
Dan sepertinya rasa penasaran juga cukup berpengaruh akan lamanya durasi belajar yang kita habiskan. Yang artinya, semakin kita penasaran, maka semakin banyak pula hal yang ingin kita ketahui yang mana hal itu mempengaruhi waktu yang kita gunakan untuk terus menggali rasa penasaran tersebut.
Teruslah belajar.
Perluas wawasan.
Long life learning is the best way to strengthen the brain.
.jpeg)



Komentar
Posting Komentar